Kontroversi yang terjadi di Indonesia belum lama ini tentang kenaikan harga bbm yang dikarenakan harga minyak dunia tinggi menjadi salah satu penyebab pengeluaran dana yang banyak untuk subsidi. Jika pemerintah tidak menaikkan harga bbm maka akan semakin banyak dana yang harus kita keluarkan untuk subsidi.
Akibatnya akan semakin berkurang anggaran yang dapat kita gunakan untuk membangun puskesmas, sekolah, pasar, jalan, jembatan dan hal-hal lain yang dibutuhkan.
Namun karena beberapa pertimbangan akhirnya kenaikan harga bbm ini ditunda selama 6 bulan, tapi ada juga yang mengatakan Pemerintah merencanakan kenaikan harga jual bahan bakar minyak
bersubsidi pada 2013.
Dirjen Migas Kementerian ESDM, Evita Legowo mengatakan pihaknya mengusulkan kuota volume BBM bersubsidi dalam RAPBN 2013 berkisar antara 45-48 juta kiloliter.
"Perkiraan
45 juta kiloliter dengan asumsi program penghematan BBM terus berlanjut
dan ada penyesuaian harga jual BBM bersubsidi," katanya.
Namun, ia tidak menyebutkan, besaran kenaikan harga BBM bersubsidi
yang direncanakan. Sedangkan, menurut Evita, volume BBM bersubsidi tahun
2013 dapat mencapai 48 juta kiloliter apabila program penghematan dan
penyesuaian harga BBM tidak dapat dilaksanakan tahun 2013.
Proyeksi tersebut, lanjutnya, dengan asumsi realisasi volume BBM pada
2012 mencapai 44 juta kiloliter dengan pertumbuhan sembilan persen.
Ia mengatakan, perkiraan kuota BBM bersubsidi sebesar 45 juta
kiloliter terdiri dari premium 28,7 juta kiloliter, minyak tanah 1,3
juta kiloliter, solar 15 juta kiloliter.
Sementara, perkiraan kuota
BBM sebesar 48 juta kiloliter terdiri dari premium 30 juta kiloliter,
minyak tanah 1,3 juta kiloliter, solar 16,7 juta kiloliter.
sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/05/31/m4viy2-wah-pemerintah-segera-naikkan-harga-bbm-tahun-depan
Jumat, 01 Juni 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar